Menurut sebagian rohaniawan islam dzikir kita kepada allah swt di bagi dalam tiga bagian :
1. Dzikir Jarri yakni dzikir kita kepada allah melalui mulut
2. Dzikir Khofi yakni dzikir kita kepada allah melalui hati pelafadzannya dan hanya kita dan allah yang tahu tanpa ada orang lain yang mengetahuinya
3. Dzikir Hakiki yakni dzikir atau ingatan kita kepada allah yang kita wujudkan melalui perbuatan dengan menjauhi larangannya dan mentaati perintahnya
Nah...! Kajian kita mo limo ini termasuk dalam sebagian dzikir hakiki karena termasuk dalam upaya menjauhi larangan allah swt. Dan dzikir hakiki ini termasuk dzikir yang paling utama
Berpantang mo limo ini sangat berkaitan dengan amalan-amalan ilmu asmak yang beraliran ilmu hikmah, karena mengamalkan asmak adalah upaya kita untuk memohon pertolongan dari allah swt. Dan pertolongan allah (maunah) di berikan kepada orang yang timbangan amal baiknya lebih besar dari timbangan amal buruknya, dengan berpantang mo limo kita ber upaya untuk mengurangi timbangan amal buruk kita
Adapun berpantang mo limo yang di maksud di sini adalah :
1. Di larang berzina
2. Di larang membunuh
3. Di larang berjudi
4. Di larang mencuri
5. Di larang memakai obat terlarang (ganja, narkotika, sabu, dll)
Daya batin manusia yang timbul karena mengamalkan asma, hizib, asmaul husna, ratib, jaljalut dll bila di tinjau dari ilmu hikmah adalah karena adanya khodam yang timbul dari bacaan asmak dan juga khodam penjaga huruf hijaiyyah, yang mana khodam-khodam tersebut bertugas menjaga dan mendoakan kebaikan kepada pengamalnya
Ibarat lebah yang suka dengan bunga dan wewangian, maka khodam yang suci hanya mau menjaga orang yang berusaha menjauhi larangan-larangan allah swt. Dengan melakukan maksiat ibarat kita menyiram air comberan ke taman bunga, maka lebah tidak akan kerasan dan meninggalkan bunga tersebut

No comments:
Post a Comment